Skip to content

Green color

Narrow screen resolution  Wide screen resolution  Increase font size  Decrease font size  Default font size  Skip to content Default color Pink color Green color Green color

Menu

Who's Online

Saat ini ada 6 tamu online
Home
Gandapura Menuju Kawasan Peternakan Terpadu Kabupaten Bireuen PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh prodeelat   
Saturday, 26 June 2010
 Bireuen – Gandapura direncanakan akan menjadi kawasan pengembangan peternakan terpadu. Pembibitan, pengembangan, pengolahan dan pembibitan berpusat di kecamatan Gandapura. Imum Mukim Gandapura Timur, unsur muspika Gandapura bersama dengan kepala Bappeda dan bupati Bireuen mengkaji peta pengembangan kawasan.

Pengkajian peta kawasan tersebut dilaksanakan secara dialogis diruang camat kecamatan gandapura (05/03) untuk melihat dukungan wilayah.

Pengembangan kawasan ternak mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Disela diskusi tersebut, bupati bireuen Tgk. Nurdin Abdurahman menghimbau kepada masyarakat, untuk berpartisipasi dalam pembebasan lahan. “harga tanah yang ingin dibebaskan harus tetap dengan harga  normal”, demikian ujar Tgk. Nurdin dengan nada tersenyum.

Pengembangan kawasan perternakan di Gandapura menurut Imum Mukim Gandapura Timur sangat didukung oleh profesi masyarakat dan kajian sejarah. Kecamatan gandapura mempunyai situs sejarah yang pernah berjaya pada masa pra kemerdekaan republik Indonesia, seperti adanya Urong Sapi (bangunan waduk tempat minum ternak), rumah putih yang merupakan tempat tinggal ulee balang pengelola ternak. Namun situs peternakan tersebut tidak dilestarikan dan nyaris hilang serta dipengaruhi oleh konflik. Ungkap M. Yusuf Adam.

Tempat pemasaran peternakan sampai sekarang masih berfuksi secara normal dan tradisional, hal ini dapat dilihat dari aktifnya pasar hewan setiap hari selasa. Pasar hewan gandapura termasuk pasar hewan yang terbesar di kabupaten Bireuen dan termasuk lima besar se Aceh, tambah Imum Mukim Gandapura Timur.

Pengembangan lebih lanjut daerah kawasan dengan membentuk dewan kawasan kacamatan. Dewan kawasan dibentuk secara partisipasi masyarakat yang akan merancang konsep sekaligus mengawal proses pengembangan peternakan terpadu. Inisiasi pembentukan dewan kawasan muncul saat berdiskusi di sekolah mukim gandapura timur, dalam rangka pengembangan kecamatan yang dilihat dari sejarah dan peluang kedepan.

Kepala Bappeda kabupaten bireuen, Ir. Razuardi Ibrahim, MT menyambut baik gagasan pembentukan dewan kawasan sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan peternakan terpadu. “Dengen dewan kawasan yang berasal dari tokoh masyarakat kita akan mengetahui apa sebenarnya kebutuhan masyarakat”, ungkapnya. Pertemuan dan diskusi tentang pengembangan terus dilakukan dalam pertemuan gampong dan secara berkala di Sekolah Mukim.

Kondisi sekarang, gandapura telah tersedia Puskeswan, Tempat Pengolahan Pakan, Lahan Penghijauan Pakan, gang leumoe (lokasi minum lembu) dan tempat pengembangan ternak unggas namun belum berfungsi secara normal, hanya saja yang berjalan secara normal yaitu pasar hewan yang menampung seribuan lembu dan sekolah menengah kejuruan (SMK) peternakan. Harapan kedepan, investasi yang telah tersedia ini bisa berjalan secara maksimal.

Updated Terakhir ( Saturday, 26 June 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Search

Polls

Perlukah Pengetahuan tentang kebencanaan dimasukkan kekurikulum sekolah?
 

MItra

Advertisement